B7> Sabtu_30102021
Sekilas gedung cagar budaya yang kini menjadi gedung SMAN 1 ini mirip bangunan rumah sakit pemerintah Hindia Belanda
bangunan
di sebelah kiri, SMK Negeri 1, adalah perkantoran pemerintah Hindia
Belanda, sedangkan bangunan di sebelah kanan adalah rumah tahanan,
Orang-orang
yang ditangkap dibuat berkasnya di kantor pemerintah itu, lalu
dijebloskan ke penjara di sebelah. Kalau ada yang sakit baru dibawa ke
gedung yang kini SMAN 1
deretan jendela besarnya, ciri rumah sakit lain adalah lorong-lorong ruang dengan deretan lampu gantung berkaca bulat susu.
Atap
lorong disangga deretan tiang besi ramping yang sering terlihat di
lingkungan gedung rumah sakit era kolonial Belanda di berbagai penjuru
Tanah Air.
Mengamati bagian dalam kompleks gedung asli yang
berbentuk tapal kuda. Lahan di tengah tapal kuda umumnya dijadikan taman
dan ditanami beberapa pohon besar.
Itulah ciri lain bangunan rumah sakit di era Hindia Belanda.
Yang
membedakan memang tinggal ada atau tidak adanya daun jendela.
Jendela-jendela yang tidak berdaun umumnya adalah ruang kelas, sedangkan
jendela yang berdaun biasanya adalah bangsal tidur pasien ataupun
bangsal tidur siswa di asrama pelajar
ukuran jendela ruang kelas di
SMAN 1 yang mirip dengan bentuk dan ukuran jendela ruang kelas di SMA
Santa Ursula di Jalan Pos 2, Pasar Baru, dan SMA Santa Maria di Jalan Ir
H Juanda 29, Jakarta Pusat.
awalnya gedung tersebut adalah Gedung Sekolah Prins (Frederik) Hendrik yang pada 1889 sudah didirikan.
Sejarah
SMAN 1 sendiri tidak berawal dari gedung cagar budaya tersebut, tetapi
berasal dari satu sekolah menengah tinggi (SMT) yang proses
belajar-mengajarnya berlangsung di gedung SMA Kanisius, Menteng, Jakarta
Pusat (Jakpus).
Setelah Jepang menyerah, SMT ini dibubarkan dan
dibuat kembali sebagai Sekolah Menengah Oemoem Atas (SMOA). Kegiatan
belajar-mengajar SMOA ini menumpang di gedung SMA PSKD di Jalan
Diponegoro, Jakpus. Setelah berganti nama, SMOA ini dikenal sebagai SMA
Kiblik (dari kata Republik).
Tahun 1947, sekolah dibubarkan.
Kegiatan belajar-mengajar dilanjutkan di rumah Adam Bachtiar di Jalan
Gondangdia Lama Nomor 22 Jakpus, di rumah Wagendrof di Jalan Sawo Nomor
12, dan di beberapa rumah orangtua murid, antara lain di rumah Ny Dr
Susilo di Jalan Proklamasi Nomor 69.
Tahun 1950, SMA Kiblik baru
mulai menempati gedung di Jalan Budi Utomo Nomor 7 ini sampai sekarang.
Bangunan cagar budaya seluas 4.657 meter persegi ini berada di atas
lahan seluas 7.060 meter persegi. Di sebelah kiri SMAN 1 berdiri SMKN 1.
Usia gedung SMKN 1 lebih muda.
Dibangun Pemerintah Belanda tahun
1906 dengan nama sekolah kejuruan tehnik Koninkljke Wilhelmina School
(KWS). Tahun 1946, nama sekolah ini diubah menjadi Sekolah Tehnik
Menengah.
Di sebelah kanan SMAN 1, tadinya berdiri bangunan rumah
tahanan militer (RTM). "Tahun 1978 RTM dipindah ke Kelapa Dua, Depok,
Jawa Barat. Bangunan lama dibongkar dan sekarang tinggal lahan kosong," Salah
satu ruang di SMAN yang masih dipertahankan orisinalitasnya adalah
ruangan bekas laboratorium kimia yang berbentuk seperti aula kecil
dengan bangku setengah lingkaran dan berundak.
Ada enam undakan yang
masing-masing dilengkapi bangku memanjang. Bangku itu terbuat dari kayu
jati yang dipelitur. Kini, ruangan itu digunakan sebagai ruang
audiovisual.
Ruangan kerap digunakan untuk pertemuan komite, orang
tua, ataupun siswa. Untuk sirkulasi cahaya, Mas Ayu menambah
jendela-jendela berukuran sedang di sisi kiri dan kanan.
Ruangan juga dilengkapi alat kedap suara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar